Sabtu, 14 April 2012

Jaringan Komputer



* Jaringan Peer to Peer (P2P)

i
Jaringan komputer Peer to Peer (PC to PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client, jadi tidak ada perbedaan antara client dan server. Dalam pemasangan jaringan peer to peer anda tidak perlu memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini dapat langsung dihubungkan dengan 1 kabel UTP.
Sebagai catatan untuk membuat jaringan komputer peer to peer kabel UTP yang dibuat harus dengan Crossover / Crossline karena jika menggunakan Straight Through kabel LAN dianggap tidak terkoneksi (a network cable is unplugged) kecuali jika Ethernet atau LAN Card yang anda gunakan sudah support dengan straight through.
Untuk membuat kabel jaringan Crossover / Crossline sebagai berikut :

Siapkan alat-alat yang dibutuhkan :
a. Kabel UTP

b. Konektor RJ-45

c. Crimping Tool

d. LAN Tester

Perlu anda ketahui bahwa kabel UTP memiliki 4 pasang kabel kecil di dalamnya yang memiliki warna berbeda. 4 pasang kabel itu adalah :
Pasangan 1 : Putih/Biru dan Biru,
Pasangan 2 : Putih/Oranye dan Orange,
Pasangan 3 : Putih/Hijau dan Hijau,
Pasangan 4 : Putih/Coklat dan Coklat
Proses pembuatan :

Urutan pemasangan : Salah satu sisi kabel dibuat sesuai dengan standar “Straight Through”, sedangkan sisi kabel lainnya, dilakukan “Cross-Over”, yaitu :
Pin 1 : Putih/Hijau
Pin 2 : Hijau
Pin 3 : Putih/Oranye
Pin 4 : Biru
Pin 5 : Putih/Biru
Pin 6 : Oranye
Pin 7 : Putih/Coklat
Pin 8 : Coklat
Harap diingat bahwa yang dibuat crossover hanya salah satu sisi kabel saja.
Langkah-langkah pemasangan kabel UTP pada konektor RJ45 :
1. Kupas jaket dari kabel UTP dengan menggunakan crimping tool atau alat pengupas kabel khusus.
2. Pisahkan empat lilitan kabel UTP menjadi delapan bagian, setelah itu luruskan tiap-tiap kabel agar dapat mudah dipotong.
3. Susunlah urutan warna sesuai dengan konfigurasi crossover dan sesuaikan ujung kabel yang akan dipotong dengan konektor yang akan dipasang.
4. Gunakan tang pemotong atau crimping tools, potonglah ujung kabel secara rata agar kabel mudah dimasukan ke lubang konektor.
5. Masukkan ujung kabel yang telah dipotong ke lubang konektor RJ-45 secara bersamaan, kemudian jepit konektor dengan menggunakan crimping tool agar konektor terkunci.


* Konsep Dasar Jaringan WAN 

1.  Latar Belakang dan Sejarah Jaringan  
    Pada  tahun  1940-an  di  Amerika  ada  sebuah  penelitian  yang  ingin memanfaatkan  sebuah  perangkat  komputer  secara  bersama. Ditahun 1950-an  ketika  jenis  komputer  mulai  membesar  sampai  terciptanya super komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan  sebuah  komputer  mesti  melayani  beberapa  terminal. Dari sinilah maka muncul  konsep  distribusi proses berdasarkan waktu  yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), bentuk pertama kali jaringan  (network)  komputer  diaplikasikan.  Pada  sistem  TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. 
   

Selanjutnya  konsep  ini  berkembang  menjadi  proses  distribusi (Distributed  Processing).  Dalam  proses  ini  beberapa  host  komputer mengerjakan  sebuah  pekerjaan  besar  secara pararel  untuk  melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host computer.


Selanjutnya  ketika  harga-harga  komputer  kecil  sudah  mulai  menurun dan  konsep  proses  distribusi  sudah  matang,  maka  penggunaan komputer dan  jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses  bersama  maupun  komunikasi  antar  komputer  (Peer  to  Peer System)  saja  tanpa  melalui  komputer  pusat.  Untuk  itu  mulailah berkembang  teknologi  jaringan  lokal yang dikenal dengan sebutan LAN (Local  Area  Network).  Demikian  pula  ketika  Internet  mulai diperkenalkan,  maka  sebagian  besar  LAN  yang  berdiri  sendiri  mulai berhubungan  dan  terbentuklah  jaringan  raksasa  ditingkat  dunia  yang disebut dengan istilah WAN (Word Area Network).  

* Jenis- jenis jaringan 

Secara umum jaringan komputer terdiri atas lima jenis: 

a.  Local Area Network (LAN)
     Local  Area  Network  (LAN),  merupakan  jaringan  local  yang digunakan  oleh  suatu  organisasi  untuk  berbagi  sumber  daya (resources sharing)  seperti printer dan  file.   LAN biasanya dibangun dan  dikelola  oleh  organisasi  tersebut.   Teknologi  LAN  antara  lain Ethernet, Token Ring dan FDDI. 

b.  Metropolitan Area Network (MAN)
     Metropolitan Area Network  (MAN),  pada dasarnya merupakan  versi LAN  yang  berukuran  lebih  besar  dan  biasanya  menggunakan teknologi  yang  sama  dengan  LAN.  MAN  dapat  mencakup  kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan  dapat  dimanfaatkan  untuk  keperluan  pribadi  (swasta)  atau umum.  MAN  mampu  menunjang  data  dan  suara,  bahkan  dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. 

c.  Wide Area Network (WAN)
    Wide  Area  Network  (WAN),  jangkauannya  mencakup  daerah geografis  yang  luas,  seringkali  mencakup  sebuah  negara  bahkan benua.  WAN  memungkinkan  terjadinya  komunikasi  diantara  dua perangkat  yang  terpisah  jarak  yang  sangat  jauh. WAN menginterkoneksikan  beberapa  LAN  yang  kemudian  menyediakan akses  ke  komputer komputer  atau  file  server  pada  lokasi  lain.  Beberapa  teknologi  WAN  antara  lain  adalah  Modem,  ISDN,  DSL, Frame Relay, T1, E1, T3, E3 dan SONET.

d.  Intranet
     Melibatkan  jaringan  LAN  dan  Web  Server  yang  terpasang  pada jaringan  LAN  tersebut.   Web  Server  digunakan  untuk  melayani permintaan pengguna  internal  suatu organisasi  untuk menampilkan data  dan  gambar.   Intranet  ini  mempunyai  sifat  tertutup  yang berarti pengguna dari luar organisasi tidak dapat mengaksesnya. 

e.  Internet
    Sebenarnya  terdapat  banyak  jaringan  di  dunia  ini,  seringkali menggunakan perangkat  keras dan perangkat  lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi  dengan  orang  lain  yang  terhubung  ke  jaringan lainnya. Keinginan  seperti  ini memerlukan hubungan antar  jaringan yang  seringkali  tidak  compatibel  dan  berbeda.  Biasanya  untuk melakukan  hal  ini  diperlukan  sebuah  mesin  yang  disebut  gateway guna  melakukan  hubungan  dan  melaksanakan  terjemahan  yang diperlukan,  baik  perangkat  keras  maupun  perangkat  lunaknya. Kumpulan  jaringan  yang  terinterkoneksi  inilah  yang disebut  dengan internet. Ketika sebuah perusahaan berkembang menjadi beberapa  lokasi, maka masing masing  lokasi  mengembangkan  jaringan  lokalnya.   Ketika  dibutuhkan  koneksi  antar  LAN  pada  perusahaan  tersebut  maka terbentuklah Wide Area Network. 

* Wide Area Network 
  
    Terdapat  begitu  banyak  pilihan  yang  tersedia  untuk mengimplementasikan  WAN  yang  bisa  dibedakan  berdasarkan teknologi, kecepatan dan biaya yang dibutuhkan.  perbedaan  utama  LAN  dengan  WAN  adalah  organisasi  harus berlangganan  kepada  penyedia  jaringan  dari  perusahaan  penyedia jaringan yang ada. Sebuah WAN menggunakan jalur data untuk membawa data menuju ke internet  dan menghubungkan  lokasi lokasi  perusahaan  yang  terpisahpisah.   Telepon  dan  layanan  data yang paling banyak digunakan pada WAN. Perangkat  pada  pelanggan  disebut  CPE  (Customer  Premises Equipment).  Pelanggan  memiliki  sendiri  atau  menyewa  dari  service provider.   Kabel  tembaga,  serat  optik  atau  wireless  yang  digunakan untuk menghubungkan CPE ke sentral provider  terdekat  atau ke kantor pusat dari service provider.  Media ini sering disebut dengan local loop. Perangkat  yang  meletakkan  data  ke  local  loop  disebut  DCE  (Data Circuit-terminating Equipment).  Perangkat pelanggan yang melewatkan data ke DCE disebut dengan DTE (Data Terminal Equipment). Jalur WAN menyediakan  berbagai macam  kecepatan  data  yang  diukur dalam satuan kilobits per second.   Dibawah  ini berbagai  teknologi WAN dan kecepatan yang tersedia.

a.  Perangkat WAN
     WAN menghubungkan  beberapa  LAN melalui  jalur  komunikasi  dari service  provider.  Karena  jalur  komunikasi  tidak  bisa  langsung dimasukkan ke LAN maka diperlukan beberapa perangkat interface. Perangkat perangkat tersebut antara lain: 

1)  Router
     LAN  mengirimkan  data  ke  Router,  kemudian  Router  akan menganalisa  berdasarkan  informasi  alamat  pada  layer  3. Kemudian  Router  akan  meneruskan  data  tersebut  ke  interface WAN  yang  sesuai  berdasarkan  routing  table  yang  dimilikinya.  Router  adalah  perangkat  jaringan  yang  aktif  dan  intelegent  dan dapat  berpartisipasi dalam manajemen  jaringan. Router mengatur jaringan  dengan  menyediakan  kontrol  dinamis  melalui  sumber daya  dan  mendukung  tugas  dan  tujuan  dari  jaringan.  Beberapa tujuan  tersebut  antara  lain konektivitas,  perfomansi yang  reliabel, kontrol manajemen dan fleksibilitas. 

2)  CSU/DSU
     Jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengan  format yang sesuai.  Untuk  jalur  digital,  sebuah  Channel  Service Unit  (CSU)  dan  Data Service Unit (DSU) dibutuhkan. Keduanya sering digabung menjadi sebuah perangkat  yang disebut CSU/DSU.  

3)  Modem
     Modem  adalah  sebuah  perangkat  dibutuhkan  untuk mempersiapkan  data  untuk  transmisi  melalui  local  loop.  Modem lebih  dibutuhkan  untuk  jalur  komunikasi  analog  dibandingkan digital.   Modem  mengirim  data  melalui  jalur  telepon  dengan memodulasi  dan  demodulasi  sinyal.   Sinyal  digital  ditumpangkan ke  sinyal  suara  analog  yang  dimodulasi  untuk  ditransmisikan.  Pada  sisi  penerima  sinyal  analog  dikembalikan  menjadi  sinyal digital atau demodulasi. 

4)  Communication Server
Communication Server mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dial-in dan  remote akses ke LAN.   Communication Server memiliki beberapa  interface  analog  dan  digital  serta  mampu  melayani beberapa user sekaligus. 

b.  Standar WAN
    WAN menggunakan OSI  layer  tetapi  hanya  fokus pada  layer  1 dan 2.  Standar  WAN  pada  umumnya  menggambarkan  baik  metode pengiriman  layer  1  dan  kebutuhan  layer  2,  termasuk  alamat  fisik, aliran  data  dan  enkapsulasi.   Dibawah  ini  adalah  organisasi  yang mengatur standar WAN. Protokol  layer  1  menjelaskan  bagaimana  menyediakan  secara elektris, mekanis,  operasi  dan  fungsi  koneksi  yang  disediakan  oleh service  provider.  Beberapa  standar  fisik  dan  konektornya digambarkan dibawah ini.        Data  link  layer  menjelaskan  bagaimana  data  dienkapsulasi  untuk transmisi  ke  remote  site,  dan  mekanisme  untuk  pengiriman  yang menghasilkan  frame.  Ada  bermacam macam  teknologi  yang digunakan  seperti  ISDN,  Frame  Relay  atau  Asynchronous  Transfer Mode  (ATM).   Protokol  ini menggunakan  dasar mekanisme  framing yang  sama,  yaitu  High-Level  Data  Link  Control  (HDLC)  atau  satu dari beberapa variannya seperti Point to Point Protocol.

* Dasar dasar Routing 
 
     Proses pengiriman  datagram  IP selalu menggunakan  tabel  routing. Tabel routing berisi  informasi yang diperlukan untuk menentukan ke mana datagram harus di kirim. Datagram dapat  dikirim  langsung ke host  tujuan atau harus melalui host  lain  terlebih dahulu  tergantung pada tabel routing.
Pada  jaringan  tersebut  host  osiris mengirimkan data  ke  host  seth,  alamat  tujuan  datagram  adalah  ip  address host seth  dan  alamat  sumber  datagram  adalah  ip  address  host  osiris. Frame yang dikirimkan oleh host  osiris  juga memiliki alamat  tujuan frame MAC Address host  Seth  dan  alamat  sumbernya  adalah  host osiris. Pada saat host osiris mengirimkan frame, host sethmembaca bahwa  frame  tersebut  ditujukan  kepada  alamat  ethernetnya. Setelah  melepas header  frame,  host  seth  kemudian  mengetahui bahwa  IP  address  tujuan  datagram  tersebut  juga  adalah  IP addressnya.  Dengan  demikian  host  seth meneruskan  datagram  ke lapisan  transport  untuk  diproses  lebih  lanjut.  Komunikasi  model seperti ini disebut sebagai routing langsung.   Pada  gambar  diatas  terlihat  bahwa  host  osiris  dan  host  anubis terletak  pada  jaringan  Ethernet  yang  berbeda.  Kedua  jaringan tersebut  dihubungkan oleh host khensu. Host  khensu memiliki  lebih dari  satu  interface  dan  dapat  melewatkan  datagram  dari  satu interface  ke  intreface  lain  (atau  bertindak  sebagai  router).  Ketika mengirimkan  data  ke  host  anubis,  osiris memeriksa  tabel  routing dan mengetahui  bahwa  data  tersebut  harus melewati  host  khensu terlebih  dahulu.  Dengan  kondisi  seperti  ini  datagram  yang  dikirim
host  osiris  ke  host  anubis memiliki  alamat  tujuan  IP Address  host anubis  dan  alamat  sumber  IP  Address  host  osiris  tetapi  frame ethernet  yang  dikirimnya  diberi  alamat  tujuan  MAC Address  host khensu dan alamat sumber MAC Address host osiris.        Ketika host osiris mengirimkan  frame ke jaringan, khensu membaca bahwa  alamat  ethernet  yang  dituju  frame  tersebut  adalah  alamat ethernetnya.  Ketika  host  khensu  melepas  header  frame,  diketahui bahwa  host  yang  dituju  oleh  datagram  adalah  host  anubis.  Host khensu  kemudian  memeriksa  tabel  routing  yang  dimilikinya  untuk meneruskan  datagram  tersebut.  Dari  hasil  pemeriksaan  tabel routing, host khensu mengetahui bahwa host anubis terletak dalam satu  jaringan  ethernet  dengannya.  Dengan  demikian  datagram tersebut  dapat  langsung  disampaikan  oleh   host  khensu  ke  host anubis.  Pada pengiriman  data  tersebut,  alamat  tujuan  dan  sumber datagram tetap IP Address host anubis dan host osiris tetapi  alamat tujuan  dan  sumber  frame  Ethernet  menjadi  MAC  Address  host anubis  dan  host  khensu.  Komunikasi  seperti  ini  disebut  sebagai routing  tak  langsung karena untuk mencapai host  tujuan, datagram harus melewati host lain yang bertidak sebagai router. Pada  dua  kasus  diatas  terlihat  proses  yang  terjadi  pada  lapisan internet  ketika  mengirimkan  dan  menerima  datagram.  Pada  saat mengirimkan  datagram,  host  harus  memeriksa  apakah  alamat tujuan datagram  terletak pada jaringan yang sama atau  tidak.   Jika lamat tujuan datagram terletak pada jaringan yang sama , datagram dapat  langsung disampaikan.  Jika  ternyata alamat  tujuan datagram tidak  terletak  pada  jaringan  yang  sama,  datagram  tersebut  harus disampaikan melalui  host  lain  yang  bertindak  sebagai  router.  Pada saat  menerima  datagram  host  harus  memeriksa  apakah  ia merukapakan tujuan dari datagram tersebut. Jika memang demikian maka data diteruskan ke lapisan  transport. Jika ia bukan  tujuan dari datagram  tersebut,  maka  datagram  tersebut  dibuang.  Jika  host yang  menerima  datagram  tersebut  sebuah  router,  maka  ia meneruskan  datagram  ke  interface  yang  menuju  alamat  tujuan datagram.

*Konfigurasi routing secara umum terdiri dari 3 macam yaitu:

1.  Minimal Routing
Dari namanya dapat diketahui bahwa ini adalah konfigurasi yang paling  sederhana  tapi  mutlak  diperlukan.  Biasanya  minimal routing dipasang pada network  yang  terisolasi  dari network  lain atau dengan kata lain hanya pemakaian lokal saja.

2.  Static Routing
Konfigurasi  routing  jenis  ini  biasanya  dibangun  dalam  network yang  hanya  mempunyai  beberapa  gateway,  umumnya  tidak lebih  dari  2  atau  3.  Static  routing  dibuat  secara manual  pada masing-masing  gateway.  Jenis  ini  masih  memungkinkan  untuk jaringan  kecil  dan  stabil.  Stabil  dalam  arti  kata  jarang  down. Jaringan  yang  tidak  stabil  yang  dipasang  static  routing  dapat membuat  kacau  seluruh  routing,  karena  tabel  routing  yang diberikan  oleh  gateway  tidak  benar  sehingga  paket  data  yang seharusnya  tidak  bisa  diteruskan  masih  saja  dicoba  sehingga menghabiskan  bandwith.  Terlebih  menyusahkan  lagi  apabila network  semakin  berkembang.  Setiap  penambahan  sebuah router, maka router  yang  telah ada sebelumnya harus diberikan tabel  routing  tambahan  secara manual.  Jadi  jelas,  static  routing tidak mungkin  dipakai  untuk  jaringan  besar,  karena membutuh effort yang besar untuk mengupdatenya.

3.  Dynamic Routing
Dalam sebuah network dimana terdapat jalur routing lebih dari satu rute untuk  mencapai  tujuan  yang  sama  biasanya  menggunakan  dynamic routing. Dan  juga  selain  itu  network  besar  yang  terdapat  lebih  dari  3 gateway.  Dengan  dynamic  routing,  tinggal  menjalankan  routing protokol yang dipilih dan biarkan bekerja. Secara otomatis tabel routing yang terbaru akan didapatkan. Seperti dua sisi uang, dynamic routing selain menguntungkan juga sedikit merugikan. Dynamic routing memerlukan routing protokol untuk membuat tabel routing dan routing protokol ini bisa memakan resource komputer.  Protokol  routing merupakan aturan yang mempertukarkan  informasi routing  yang  nantinya  akan  membentuk  tabel  routing  sedangkan routing  adalah  aksi  pengiriman-pengiriman  paket  data berdasarkan tabel routing tadi. Semua  routing  protokol  bertujuan  mencari  rute  tersingkat  untuk mencapai  tujuan. Dan masing-masing protokol mempunyai cara dan metodenya  sendiri-sendiri.  Secara  garis  besar,  routing  protokol dibagi  menjadi  Interior  Routing  Protocol  dan  Exterior  Routing Protocol. Sesuai  namanya,  interior  berarti  bagian  dalam.  Dan  interior routing  protocol  digunakan  dalam  sebuah  network  yang dinamakan autonomus systems (AS) . AS dapat diartikan sebagai sebuah  network  (bisa besar  atau  pun  kecil)  yang  berada dalam satu  kendali  teknik.  AS bisa  terdiri  dari  beberapa  sub  network yang  masing-masingnya  mempunyai  gateway  untuk  saling berhubungan.  Interior  routing  protocol  mempunyai  beberapa macam implemantasi protokol, yaitu: 

-  RIP (Routing Information Protocol) 
Merupakan  protokol  routing  yang  paling  umum  dijumpai karena  biasanya  sudah  included  dalam  sebuah  sistem operasi,  biasanya  unix  atau  novell.  RIP  memakai  metode distance-vector  algoritma.  Algoritma  ini  bekerja  dengan menambahkan  satu  angka  metrik  kepada  ruting  apabila melewati satu gateway. Satu kali data melewati satu gateway maka  angka  metriknya  bertambah  satu  (atau  dengan  kata lain  naik  satu  hop). RIP hanya bisa menangani  15  hop,  jika lebih maka host tujuan dianggap tidak dapat dijangkau. Oleh  karena  alasan  tadi  maka  RIP  tidak  mungkin  untuk diterapkan  di  sebuah  AS  yang  besar.  Selain  itu  RIP  juga mempunyai kekurangan dalam hal network masking. Namun kabar  baiknya,  implementasi  RIP  tidak  terlalu  sulit  ika dibandingkan  dengan  OSPF  yang  akan  diterangkan  berikut ini. 

-  OSPF (Open Shortest Path First) 
Merupakan  protokol  routing  yang  kompleks  dan  memakan resource  komputer.  Dengan  protokol  ini,  route  dapat  dapat dibagi  menjadi  beberapa  jalan.  Maksudnya  untuk mencapai host  tujuan  dimungkinkan  untuk  mecapainya  melalui  dua atau lebih rute secara paralel. Lebih jauh tentang RIP akan diterangkan lebih lanjut.

2.  Exterior Protocol
    AS  merupakan  sebuah  network  dengan  sistem  policy  yang pegang dalam satu pusat  kendali.  Internet  terdiri dari  ribuan AS yang  saling  terhubung.  Untuk  bisa  saling  berhubungan  antara AS,  maka  tiap-tiap  AS  menggunakan  exterior  protocol  untuk pertukaran  informasi  routingnya.  Informasi  routing  yang dipertukarkan  bernama  reachability  information  (informasi keterjangkauan). Tidak banyak  router yang menjalankan  routing protokol  ini.  Hanya  router  utama  dari  sebuah  AS  yang menjalankannya.  Dan  untuk  terhubung  ke  internet  setaip  AS harus  mempunyai  nomor  sendiri.  Protokol  yang mengimplementasikan exterior: 

-  EGP (Exterior Gateway Protocol) 
Protokol  ini  mengumumkan  ke  AS  lainnya  tentang  network yang  berada  di  bawahnya. Pengumumannya  kira-kira berbunyi:"  Kalau  hendak  pergi  ke AS nomor  sekian  dengan nomor network sekian, maka silahkan melewati saya". Router  utama menerima  routing  dari  router-router  AS yang lain  tanpa  mengevaluasinya.  Maksudnya,  rute  untuk  ke sebuah AS bisa  jadi  lebih  dari  satu  rute dan EGP menerima semuanya tanpa mempertimbangkan rute terbaik.  

-  BGP (Border Gateway Protocol) 
BGP  sudah  mempertimbangkan  rute  terbaik  untuk  dipilih. Seperti  EGP,  BGP  juga  mepertukarkan  reachability information. 

* Instalasi Perangkat Keras WAN 

1.  Router 
Sebenarnya  tidak ada arsitektur  yang eksak dari  sebuah  router  karena berbeda-beda  tergantung  merek  dan  jenisnya.  Dibawah  ini  adalah gambar arsitektur router dari merek Cisco.     

Komponen-komponen dari Router adalah:

a.  CPU, Central Processing Unit mengeksekusi instruksi pada Operating System.  Fungsi  yang  lain  adalah  inisialisasi  sistem,  fungsi  routing dan  mengontrol  network  interface.  Router yang  besar  memiliki beberapa CPU.

b.  RAM,  Random  Access Memory  digunakan  untuk  informasi  routing table,  fast  switching  cache,  running  configuration  dan  packet queque.  RAM  biasanya  dibagi  dua  secara  logik  yaitu  memori processor  utama  dan memory  shared  input/output  (I /O).   Memory shared  I /O  adalah  berbagi  antara  berbagai  interface  I /O  untuk menyimpan  paket  secara  sementara.   Isi  RAM  akan  hilang  begitu power dari Router dimatikan.  

c.  Flash,  digunakan  untuk  menyimpan  keseluruhan  IOS (Internetworking Operating System) software image.   Router umumnya  mencari  operating  system  pada  flash.   IOS  dapat diupgrade  dengan  mengisi  IOS  baru  pada  flash.   IOS  mungkin berbentuk compressed atau uncompressed.  

d.  NVRAM,   Nonvolatile Random  Access Memory  (NVRAM)  digunakan untuk  menyimpan  startup  configuration.   Di  beberapa  perangkat NVRAM  diimplementasikan  menggunakan  EEPROM  yang  terpisah dari perangkat tersebut. 

e.   Bus,  kebanyakan  router  berisi  sebuah  system  bus  dan  CPU  bus.  System  bus  digunakan  untuk  komunikasi  diantara  CPU  dan interface.   System bus mengirimkan data dari dan ke interface. CPU bus  digunakan  oleh  CPU  untuk  mengakses  komponen  dari  media penyimpan router.  

f.  ROM,  Read  Only  Memory  digunakan  untuk  menyimpan  permanen startup  diagnostic  code  (ROM Monitor).   Tugas utama  untuk  ROM adalah  diagnosa  hardware  selama  router  melakukan  bootup  dan memindahkan software IOS dari Flash ke RAM.  

g.  Interface adalah koneksi  router keluar.   Ada tiga tipe interface yaitu Local  Area  Network  (LAN),  Wide  Area  Network  (WAN)  dan Management.   Interface LAN biasanya berupa salah  satu  dari  jenis Ethernet  atau  Token Ring. Interface WAN  termasuk  serial,  ISDN dan integrated Channel Service Unit (CSU).  Management port berisi port  Console  dan  AUX  adalah  port  serial  yang  digunakan  untuk menghubungkan  router  dengan  administrator.   Port  ini  bukan merupakan  port  jaringan.   Port  ini  menggunakan  aplikasi  tertentu yang  dijalankan  pada  sebuah  komputer  yang  dihubungkan melalui port komunikasi pada komputer atau menggunakan modem.       

h.  Power  Supply,  menyediakan  power  yang  dibutuhkan  untuk mengoperasikan komponen internal.  

2.  Koneksi Komputer atau Terminal Console ke Router 
Port  Console atau AUX adalah  port  manajemen.   Port  tersebut  adalah port  serial  asynchronous  yang  tidak  didesain  sebagai  port  jaringan.  Satu dari  kedua port  tersebut  dibutuhkan untuk melakukan  konfigurasi router.  Port  Console  dianjurkan  untuk  konfigurasi  awal  karena  tidak semua router mempunyai port AUX.
Ketika  router  pertama  kali  dijalankan,  belum  ada  parameter  jaringan yang  dimasukkan.  Oleh  karena  itu  router  tidak  dapat  berkomunikasi satu  sama  lain  dengan  perangkat  jaringan  lainnya.  Untuk menyiapkan konfigurasi  awal  pasangkanlah  pada  komputer  atau  terminal  RS-232 ASCI I  ke  port  console  pada  router.  Kemudian  masukkan  perintah konfigurasi kedalamnya.  Satu  kali  konfigurasi  tersimpan  pada  router  maka  router  sudah  dapat berkomunikasi  dengan  perangkat  lainnya.  Gunakan  komputer  atau terminal tersebut untuk melakukan perbaikan atau monitoring jaringan.   Router  juga  dapat   dikonfigurasi  dari  jarak  jauh  dengan  melakukan koneksi melalui modem yang dihubungkan ke port  Auxiliary. Kemudian modem  dihubungkan  ke  jalur  telepon.  Administrator  dapat  melakukan koneksi  melalui  komputer  yang  terhubung  ke  modem  menuju  router tersebut. Kemudian  konfigurasikan  software  terminal  emulation  (contohnya Hyperterminal) pada PC untuk:
- Port serial (com) yang sesuai.
- 9600 baud 
- 8 data bits
- No Parity
- 1 stop bit
- No flow control