* Jaringan
Peer to Peer (P2P)
Jaringan komputer Peer to Peer (PC to
PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua
komputer bisa menjadi server maupun client, jadi tidak ada perbedaan antara
client dan server. Dalam pemasangan jaringan peer to peer anda tidak perlu
memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini dapat
langsung dihubungkan dengan 1 kabel UTP.
Sebagai catatan untuk membuat jaringan
komputer peer to peer kabel UTP yang dibuat harus dengan Crossover / Crossline
karena jika menggunakan Straight Through kabel LAN dianggap tidak terkoneksi (a
network cable is unplugged) kecuali jika Ethernet atau LAN Card yang anda
gunakan sudah support dengan straight through.
Untuk membuat kabel jaringan Crossover
/ Crossline sebagai berikut :
Siapkan alat-alat yang dibutuhkan :
a. Kabel UTP
b. Konektor RJ-45
c. Crimping Tool
d. LAN Tester
Perlu anda ketahui bahwa kabel UTP
memiliki 4 pasang kabel kecil di dalamnya yang memiliki warna berbeda. 4 pasang
kabel itu adalah :
Pasangan 1 : Putih/Biru dan Biru,
Pasangan 2 : Putih/Oranye dan Orange,
Pasangan 3 : Putih/Hijau dan Hijau,
Pasangan 4 : Putih/Coklat dan Coklat
Proses pembuatan :
Urutan pemasangan : Salah satu sisi
kabel dibuat sesuai dengan standar “Straight Through”, sedangkan sisi kabel
lainnya, dilakukan “Cross-Over”, yaitu :
Pin 1 : Putih/Hijau
Pin 2 : Hijau
Pin 3 : Putih/Oranye
Pin 4 : Biru
Pin 5 : Putih/Biru
Pin 6 : Oranye
Pin 7 : Putih/Coklat
Pin 8 : Coklat
Harap diingat bahwa yang dibuat
crossover hanya salah satu sisi kabel saja.
Langkah-langkah pemasangan kabel UTP
pada konektor RJ45 :
1. Kupas jaket dari kabel UTP dengan
menggunakan crimping tool atau alat pengupas kabel khusus.
2. Pisahkan empat lilitan kabel UTP
menjadi delapan bagian, setelah itu luruskan tiap-tiap kabel agar dapat mudah
dipotong.
3. Susunlah urutan warna sesuai dengan
konfigurasi crossover dan sesuaikan ujung kabel yang akan dipotong dengan
konektor yang akan dipasang.
4. Gunakan tang pemotong atau crimping
tools, potonglah ujung kabel secara rata agar kabel mudah dimasukan ke lubang
konektor.
5. Masukkan ujung kabel yang telah dipotong
ke lubang konektor RJ-45 secara bersamaan, kemudian jepit konektor dengan
menggunakan crimping tool agar konektor terkunci.
* Konsep Dasar Jaringan WAN
1. Latar Belakang dan Sejarah Jaringan
Pada tahun
1940-an di Amerika
ada sebuah penelitian
yang ingin memanfaatkan sebuah
perangkat komputer secara
bersama. Ditahun 1950-an
ketika jenis komputer
mulai membesar sampai
terciptanya super komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer
maka ada tuntutan sebuah komputer
mesti melayani beberapa
terminal. Dari sinilah maka
muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang
dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), bentuk pertama kali
jaringan (network) komputer
diaplikasikan. Pada sistem
TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host
komputer.
Selanjutnya konsep
ini berkembang menjadi
proses distribusi
(Distributed Processing). Dalam
proses ini beberapa
host komputer mengerjakan sebuah
pekerjaan besar secara pararel untuk
melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host computer.
Selanjutnya ketika
harga-harga komputer kecil
sudah mulai menurun dan
konsep proses distribusi
sudah matang, maka
penggunaan komputer dan
jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama
maupun komunikasi antar
komputer (Peer to
Peer System) saja tanpa
melalui komputer pusat.
Untuk itu mulailah berkembang teknologi
jaringan lokal yang dikenal
dengan sebutan LAN (Local Area Network).
Demikian pula ketika
Internet mulai
diperkenalkan, maka sebagian besar
LAN yang berdiri
sendiri mulai berhubungan dan
terbentuklah jaringan raksasa
ditingkat dunia yang disebut dengan istilah WAN (Word Area
Network).
* Jenis- jenis jaringan
Secara umum jaringan
komputer terdiri atas lima jenis:
a. Local Area Network (LAN)
Local Area
Network (LAN), merupakan
jaringan local yang digunakan oleh
suatu organisasi untuk
berbagi sumber daya (resources sharing) seperti printer dan file.
LAN biasanya dibangun dan
dikelola oleh organisasi
tersebut. Teknologi LAN
antara lain Ethernet, Token Ring
dan FDDI.
b. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area
Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN
yang berukuran lebih
besar dan biasanya
menggunakan teknologi yang sama
dengan LAN. MAN
dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya
berdekatan atau juga sebuah kota dan
dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pribadi (swasta)
atau umum. MAN mampu
menunjang data dan
suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi
kabel.
c. Wide Area Network (WAN)
Wide Area
Network (WAN), jangkauannya
mencakup daerah geografis yang
luas, seringkali mencakup
sebuah negara bahkan benua.
WAN memungkinkan terjadinya
komunikasi diantara dua perangkat
yang terpisah jarak
yang sangat jauh. WAN menginterkoneksikan beberapa
LAN yang kemudian
menyediakan akses ke komputer komputer atau
file server pada
lokasi lain. Beberapa
teknologi WAN antara
lain adalah Modem,
ISDN, DSL, Frame Relay, T1, E1,
T3, E3 dan SONET.
d. Intranet
Melibatkan jaringan
LAN dan Web
Server yang terpasang
pada jaringan LAN tersebut.
Web Server digunakan
untuk melayani permintaan
pengguna internal suatu organisasi untuk menampilkan data dan
gambar. Intranet ini
mempunyai sifat tertutup
yang berarti pengguna dari luar organisasi tidak dapat
mengaksesnya.
e. Internet
Sebenarnya terdapat
banyak jaringan di
dunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung
ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan
orang lain yang
terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti
ini memerlukan hubungan antar
jaringan yang seringkali tidak
compatibel dan berbeda.
Biasanya untuk melakukan hal
ini diperlukan sebuah
mesin yang disebut
gateway guna melakukan hubungan
dan melaksanakan terjemahan
yang diperlukan, baik perangkat
keras maupun perangkat
lunaknya. Kumpulan jaringan yang
terinterkoneksi inilah yang disebut
dengan internet. Ketika sebuah perusahaan berkembang menjadi
beberapa lokasi, maka masing masing lokasi
mengembangkan jaringan lokalnya.
Ketika dibutuhkan koneksi
antar LAN pada
perusahaan tersebut maka terbentuklah Wide Area Network.
* Wide Area Network
Terdapat begitu
banyak pilihan yang
tersedia untuk
mengimplementasikan WAN yang
bisa dibedakan berdasarkan teknologi, kecepatan dan biaya
yang dibutuhkan. perbedaan utama
LAN dengan WAN
adalah organisasi harus berlangganan kepada
penyedia jaringan dari
perusahaan penyedia jaringan yang
ada. Sebuah WAN menggunakan jalur data untuk membawa data menuju ke internet dan menghubungkan lokasi lokasi
perusahaan yang terpisahpisah. Telepon
dan layanan data yang paling banyak digunakan pada WAN.
Perangkat pada pelanggan
disebut CPE (Customer
Premises Equipment).
Pelanggan memiliki sendiri
atau menyewa dari
service provider. Kabel tembaga, serat
optik atau wireless
yang digunakan untuk
menghubungkan CPE ke sentral provider
terdekat atau ke kantor pusat
dari service provider. Media ini sering
disebut dengan local loop. Perangkat
yang meletakkan data
ke local loop
disebut DCE (Data Circuit-terminating Equipment). Perangkat pelanggan yang melewatkan data ke
DCE disebut dengan DTE (Data Terminal Equipment). Jalur WAN menyediakan berbagai macam kecepatan
data yang diukur dalam satuan kilobits per second. Dibawah
ini berbagai teknologi WAN dan
kecepatan yang tersedia.
a. Perangkat WAN
WAN menghubungkan beberapa
LAN melalui jalur komunikasi
dari service provider. Karena
jalur komunikasi tidak
bisa langsung dimasukkan ke LAN
maka diperlukan beberapa perangkat interface. Perangkat perangkat tersebut
antara lain:
1) Router
LAN mengirimkan
data ke Router,
kemudian Router akan menganalisa berdasarkan
informasi alamat pada
layer 3. Kemudian Router
akan meneruskan data
tersebut ke interface WAN
yang sesuai berdasarkan
routing table yang
dimilikinya. Router adalah
perangkat jaringan yang
aktif dan intelegent
dan dapat berpartisipasi dalam
manajemen jaringan. Router mengatur
jaringan dengan menyediakan
kontrol dinamis melalui
sumber daya dan mendukung
tugas dan tujuan
dari jaringan. Beberapa tujuan tersebut
antara lain konektivitas, perfomansi yang reliabel, kontrol manajemen dan
fleksibilitas.
2) CSU/DSU
Jalur komunikasi
membutuhkan sinyal dengan format yang
sesuai. Untuk jalur
digital, sebuah Channel
Service Unit (CSU) dan
Data Service Unit (DSU) dibutuhkan. Keduanya sering digabung menjadi
sebuah perangkat yang disebut
CSU/DSU.
3) Modem
Modem adalah
sebuah perangkat dibutuhkan
untuk mempersiapkan data untuk
transmisi melalui local
loop. Modem lebih dibutuhkan
untuk jalur komunikasi
analog dibandingkan digital. Modem
mengirim data melalui
jalur telepon dengan memodulasi dan
demodulasi sinyal. Sinyal
digital ditumpangkan ke sinyal
suara analog yang
dimodulasi untuk ditransmisikan. Pada
sisi penerima sinyal
analog dikembalikan menjadi
sinyal digital atau demodulasi.
4) Communication Server
Communication Server
mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dial-in dan remote akses ke LAN. Communication Server memiliki beberapa interface
analog dan digital
serta mampu melayani beberapa user sekaligus.
b. Standar WAN
WAN menggunakan
OSI layer tetapi
hanya fokus pada layer
1 dan 2. Standar WAN
pada umumnya menggambarkan
baik metode pengiriman layer
1 dan kebutuhan
layer 2, termasuk
alamat fisik, aliran data
dan enkapsulasi. Dibawah
ini adalah organisasi
yang mengatur standar WAN. Protokol
layer 1 menjelaskan
bagaimana menyediakan secara elektris, mekanis, operasi
dan fungsi koneksi
yang disediakan oleh service
provider. Beberapa standar
fisik dan konektornya digambarkan dibawah ini. Data
link layer menjelaskan
bagaimana data dienkapsulasi
untuk transmisi ke remote
site, dan mekanisme
untuk pengiriman yang menghasilkan frame.
Ada bermacam macam teknologi
yang digunakan seperti ISDN,
Frame Relay atau
Asynchronous Transfer Mode (ATM).
Protokol ini menggunakan dasar mekanisme framing yang
sama, yaitu High-Level
Data Link Control
(HDLC) atau satu dari beberapa variannya seperti Point to
Point Protocol.
* Dasar dasar Routing
Proses pengiriman datagram
IP selalu menggunakan tabel routing. Tabel routing berisi informasi yang diperlukan untuk menentukan ke
mana datagram harus di kirim. Datagram dapat
dikirim langsung ke host tujuan atau harus melalui host lain
terlebih dahulu tergantung pada
tabel routing.
Pada jaringan
tersebut host osiris mengirimkan data ke
host seth, alamat
tujuan datagram adalah
ip address host seth dan
alamat sumber datagram
adalah ip address
host osiris. Frame yang
dikirimkan oleh host osiris juga memiliki alamat tujuan frame MAC Address host Seth
dan alamat sumbernya
adalah host osiris. Pada saat
host osiris mengirimkan frame, host sethmembaca bahwa frame
tersebut ditujukan kepada
alamat ethernetnya. Setelah melepas header frame,
host seth kemudian
mengetahui bahwa IP address
tujuan datagram tersebut
juga adalah IP addressnya. Dengan
demikian host seth meneruskan datagram
ke lapisan transport untuk
diproses lebih lanjut.
Komunikasi model seperti ini
disebut sebagai routing langsung.
Pada gambar diatas terlihat
bahwa host osiris
dan host anubis terletak pada
jaringan Ethernet yang
berbeda. Kedua jaringan tersebut dihubungkan oleh host khensu. Host khensu memiliki lebih dari
satu interface dan
dapat melewatkan datagram
dari satu interface ke
intreface lain (atau
bertindak sebagai router).
Ketika mengirimkan data ke
host anubis, osiris memeriksa tabel
routing dan mengetahui bahwa data
tersebut harus melewati host
khensu terlebih dahulu. Dengan
kondisi seperti ini
datagram yang dikirim
host osiris
ke host anubis memiliki alamat
tujuan IP Address host anubis
dan alamat sumber
IP Address host
osiris tetapi frame ethernet yang
dikirimnya diberi alamat
tujuan MAC Address host khensu dan alamat sumber MAC Address
host osiris. Ketika host osiris
mengirimkan frame ke jaringan, khensu
membaca bahwa alamat ethernet
yang dituju frame
tersebut adalah alamat ethernetnya. Ketika
host khensu melepas
header frame, diketahui bahwa host
yang dituju oleh
datagram adalah host
anubis. Host khensu kemudian
memeriksa tabel routing
yang dimilikinya untuk meneruskan datagram
tersebut. Dari hasil
pemeriksaan tabel routing, host
khensu mengetahui bahwa host anubis terletak dalam satu jaringan
ethernet dengannya. Dengan
demikian datagram tersebut dapat
langsung disampaikan oleh
host khensu ke
host anubis. Pada pengiriman data
tersebut, alamat tujuan
dan sumber datagram tetap IP
Address host anubis dan host osiris tetapi
alamat tujuan dan sumber
frame Ethernet menjadi
MAC Address host anubis
dan host khensu.
Komunikasi seperti ini
disebut sebagai routing tak
langsung karena untuk mencapai host
tujuan, datagram harus melewati host lain yang bertidak sebagai router.
Pada dua
kasus diatas terlihat
proses yang terjadi
pada lapisan internet ketika
mengirimkan dan menerima
datagram. Pada saat mengirimkan datagram,
host harus memeriksa
apakah alamat tujuan datagram terletak pada jaringan yang sama atau tidak.
Jika lamat tujuan datagram terletak pada jaringan yang sama , datagram
dapat langsung disampaikan. Jika
ternyata alamat tujuan datagram
tidak terletak pada
jaringan yang sama,
datagram tersebut harus disampaikan melalui host
lain yang bertindak
sebagai router. Pada saat
menerima datagram host
harus memeriksa apakah
ia merukapakan tujuan dari datagram tersebut. Jika memang demikian maka
data diteruskan ke lapisan transport.
Jika ia bukan tujuan dari datagram tersebut,
maka datagram tersebut
dibuang. Jika host yang
menerima datagram tersebut
sebuah router, maka
ia meneruskan datagram ke
interface yang menuju
alamat tujuan datagram.
*Konfigurasi routing
secara umum terdiri dari 3 macam yaitu:
1. Minimal Routing
Dari namanya dapat
diketahui bahwa ini adalah konfigurasi yang paling sederhana
tapi mutlak diperlukan.
Biasanya minimal routing dipasang
pada network yang terisolasi
dari network lain atau dengan
kata lain hanya pemakaian lokal saja.
2. Static Routing
Konfigurasi routing
jenis ini biasanya
dibangun dalam network yang
hanya mempunyai beberapa
gateway, umumnya tidak lebih
dari 2 atau
3. Static routing
dibuat secara manual pada masing-masing gateway.
Jenis ini masih
memungkinkan untuk jaringan kecil
dan stabil. Stabil
dalam arti kata
jarang down. Jaringan yang
tidak stabil yang
dipasang static routing
dapat membuat kacau seluruh
routing, karena tabel
routing yang diberikan oleh
gateway tidak benar
sehingga paket data
yang seharusnya tidak bisa
diteruskan masih saja
dicoba sehingga menghabiskan bandwith.
Terlebih menyusahkan lagi
apabila network semakin berkembang.
Setiap penambahan sebuah router, maka router yang
telah ada sebelumnya harus diberikan tabel routing
tambahan secara manual. Jadi
jelas, static routing tidak mungkin dipakai
untuk jaringan besar,
karena membutuh effort yang besar untuk mengupdatenya.
3. Dynamic Routing
Dalam sebuah network
dimana terdapat jalur routing lebih dari satu rute untuk mencapai
tujuan yang sama
biasanya menggunakan dynamic routing. Dan juga
selain itu network
besar yang terdapat
lebih dari 3 gateway.
Dengan dynamic routing,
tinggal menjalankan routing protokol yang dipilih dan biarkan
bekerja. Secara otomatis tabel routing yang terbaru akan didapatkan. Seperti
dua sisi uang, dynamic routing selain menguntungkan juga sedikit merugikan.
Dynamic routing memerlukan routing protokol untuk membuat tabel routing dan
routing protokol ini bisa memakan resource komputer. Protokol
routing merupakan aturan yang mempertukarkan informasi routing yang
nantinya akan membentuk
tabel routing sedangkan routing adalah
aksi pengiriman-pengiriman paket
data berdasarkan tabel routing tadi. Semua routing
protokol bertujuan mencari
rute tersingkat untuk mencapai tujuan. Dan masing-masing protokol mempunyai
cara dan metodenya sendiri-sendiri. Secara
garis besar, routing
protokol dibagi menjadi Interior
Routing Protocol dan
Exterior Routing Protocol. Sesuai namanya,
interior berarti bagian
dalam. Dan interior routing protocol
digunakan dalam sebuah
network yang dinamakan autonomus
systems (AS) . AS dapat diartikan sebagai sebuah network
(bisa besar atau pun
kecil) yang berada dalam satu kendali
teknik. AS bisa terdiri
dari beberapa sub
network yang
masing-masingnya mempunyai gateway
untuk saling berhubungan. Interior
routing protocol mempunyai
beberapa macam implemantasi protokol, yaitu:
- RIP (Routing Information Protocol)
Merupakan protokol
routing yang paling
umum dijumpai karena biasanya
sudah included dalam
sebuah sistem operasi, biasanya
unix atau novell.
RIP memakai metode distance-vector algoritma.
Algoritma ini bekerja
dengan menambahkan satu angka
metrik kepada ruting
apabila melewati satu gateway. Satu kali data melewati satu gateway
maka angka metriknya
bertambah satu (atau
dengan kata lain naik
satu hop). RIP hanya bisa
menangani 15 hop, jika
lebih maka host tujuan dianggap tidak dapat dijangkau. Oleh karena
alasan tadi maka
RIP tidak mungkin
untuk diterapkan di sebuah
AS yang besar.
Selain itu RIP
juga mempunyai kekurangan dalam hal network masking. Namun kabar baiknya,
implementasi RIP tidak
terlalu sulit ika dibandingkan dengan
OSPF yang akan
diterangkan berikut ini.
- OSPF (Open Shortest Path First)
Merupakan protokol
routing yang kompleks
dan memakan resource komputer.
Dengan protokol ini,
route dapat dapat dibagi
menjadi beberapa jalan.
Maksudnya untuk mencapai
host tujuan dimungkinkan
untuk mecapainya melalui dua atau lebih rute secara paralel. Lebih jauh
tentang RIP akan diterangkan lebih lanjut.
2. Exterior Protocol
AS merupakan
sebuah network dengan
sistem policy yang pegang dalam satu pusat kendali.
Internet terdiri dari ribuan AS yang saling
terhubung. Untuk bisa
saling berhubungan antara AS,
maka tiap-tiap AS
menggunakan exterior protocol
untuk pertukaran informasi routingnya.
Informasi routing yang dipertukarkan bernama
reachability information (informasi keterjangkauan). Tidak banyak router yang menjalankan routing protokol ini.
Hanya router utama
dari sebuah AS
yang menjalankannya. Dan untuk
terhubung ke internet
setaip AS harus mempunyai
nomor sendiri. Protokol
yang mengimplementasikan exterior:
- EGP (Exterior Gateway Protocol)
Protokol ini
mengumumkan ke AS
lainnya tentang network yang
berada di bawahnya. Pengumumannya kira-kira berbunyi:" Kalau
hendak pergi ke AS nomor
sekian dengan nomor network
sekian, maka silahkan melewati saya". Router utama menerima routing
dari router-router AS yang lain
tanpa mengevaluasinya. Maksudnya,
rute untuk ke sebuah AS bisa jadi
lebih dari satu
rute dan EGP menerima semuanya tanpa mempertimbangkan rute terbaik.
- BGP (Border Gateway Protocol)
BGP sudah
mempertimbangkan rute terbaik
untuk dipilih. Seperti EGP,
BGP juga mepertukarkan
reachability information.
* Instalasi Perangkat
Keras WAN
1. Router
Sebenarnya tidak ada arsitektur yang eksak dari sebuah
router karena berbeda-beda tergantung
merek dan jenisnya.
Dibawah ini adalah gambar arsitektur router dari merek
Cisco.
Komponen-komponen
dari Router adalah:
a. CPU, Central Processing Unit mengeksekusi
instruksi pada Operating System.
Fungsi yang lain adalah inisialisasi
sistem, fungsi routing dan
mengontrol network interface.
Router yang besar memiliki beberapa CPU.
b. RAM,
Random Access Memory digunakan
untuk informasi routing table, fast
switching cache, running
configuration dan packet queque. RAM
biasanya dibagi dua
secara logik yaitu
memori processor utama dan memory
shared input/output (I /O).
Memory shared I /O adalah
berbagi antara berbagai
interface I /O untuk menyimpan paket
secara sementara. Isi
RAM akan hilang
begitu power dari Router dimatikan.
c. Flash,
digunakan untuk menyimpan
keseluruhan IOS (Internetworking
Operating System) software image.
Router umumnya mencari operating
system pada flash.
IOS dapat diupgrade dengan
mengisi IOS baru
pada flash. IOS
mungkin berbentuk compressed atau uncompressed.
d. NVRAM,
Nonvolatile Random Access
Memory (NVRAM) digunakan untuk menyimpan
startup configuration. Di
beberapa perangkat NVRAM diimplementasikan menggunakan
EEPROM yang terpisah dari perangkat tersebut.
e. Bus,
kebanyakan router berisi
sebuah system bus
dan CPU bus. System bus
digunakan untuk komunikasi
diantara CPU dan interface. System bus mengirimkan data dari dan ke
interface. CPU bus digunakan oleh
CPU untuk mengakses
komponen dari media penyimpan router.
f. ROM,
Read Only Memory
digunakan untuk menyimpan
permanen startup diagnostic code
(ROM Monitor). Tugas utama untuk
ROM adalah diagnosa hardware
selama router melakukan
bootup dan memindahkan software
IOS dari Flash ke RAM.
g. Interface adalah koneksi router keluar. Ada tiga tipe interface yaitu Local Area
Network (LAN), Wide
Area Network (WAN)
dan Management. Interface LAN
biasanya berupa salah satu dari
jenis Ethernet atau Token Ring. Interface WAN termasuk
serial, ISDN dan integrated
Channel Service Unit (CSU). Management
port berisi port Console dan
AUX adalah port
serial yang digunakan
untuk menghubungkan router dengan
administrator. Port ini
bukan merupakan port jaringan.
Port ini menggunakan
aplikasi tertentu yang dijalankan
pada sebuah komputer
yang dihubungkan melalui port
komunikasi pada komputer atau menggunakan modem.
h. Power
Supply, menyediakan power
yang dibutuhkan untuk mengoperasikan komponen internal.
2. Koneksi Komputer atau Terminal Console ke
Router
Port Console atau AUX adalah port
manajemen. Port tersebut
adalah port serial asynchronous
yang tidak didesain
sebagai port jaringan.
Satu dari kedua port tersebut
dibutuhkan untuk melakukan
konfigurasi router. Port Console
dianjurkan untuk konfigurasi
awal karena tidak semua router mempunyai port AUX.
Ketika router
pertama kali dijalankan,
belum ada parameter
jaringan yang dimasukkan. Oleh
karena itu router
tidak dapat berkomunikasi satu sama
lain dengan perangkat
jaringan lainnya. Untuk menyiapkan konfigurasi awal
pasangkanlah pada komputer
atau terminal RS-232 ASCI I
ke port console
pada router. Kemudian
masukkan perintah konfigurasi
kedalamnya. Satu kali
konfigurasi tersimpan pada
router maka router
sudah dapat berkomunikasi dengan
perangkat lainnya. Gunakan
komputer atau terminal tersebut
untuk melakukan perbaikan atau monitoring jaringan. Router
juga dapat dikonfigurasi dari
jarak jauh dengan
melakukan koneksi melalui modem yang dihubungkan ke port Auxiliary. Kemudian modem dihubungkan
ke jalur telepon.
Administrator dapat melakukan koneksi melalui
komputer yang terhubung
ke modem menuju
router tersebut. Kemudian
konfigurasikan software terminal
emulation (contohnya Hyperterminal)
pada PC untuk:
- Port serial (com)
yang sesuai.
- 9600 baud
- 8 data bits
- No Parity
- 1 stop bit
- No flow control






